Minggu, 25 September 2011

Skolet Tahu Kukus Kecap Pedas


Nhah, kali ini saya akan bercerita tentang masak memasak. Aku dan temanku memutuskan untuk mencoba resep baru siang tadi. Tak ada persiapan khusus. Ide untuk memasak bareng keluar begitu saja ketika kita berbincang-bincang lewat FB.



Berikut Cara membuat Skolet Tahu Kukus Kecap Pedas :

Kami menemukannya di Kapanlagi.com-Kamis, 21 Juli 2011 07:00, (Resep ini copas) :

Bahan:

300 gram tahu putih, hancurkan hingga halus
5 butir telur ayam
200 ml susu cair
150 gr udang, cincang kasar
100 gr keju cheddar parut
1 buah wortel ukuran sedang, potong dadu kecil
1 batang daun seledri, iris halus
2 sdm kacang polong
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk rasa ayam
1/2 sdt merica

Cara Membuat:

1. Campur telur dan tahu yang telah halus. Setelah tercampur rata, masukkan susu cair, garam, kaldu, dan merica. Aduk hingga rata.

2. Masukkan udang, daun seledri, keju dan kacang polong, aduk hingga tercampur rata.

3. Siapkan wadah kaca tahan panas, olesi tipis-tipis dengan margarin. Tuangkan adonan dan ratakan.

4. Kukus hingga 20 menit hingga matang. Angkat, potong dan sajikan selagi hangat.

Tambahan:

Jika tidak menyukai udang, dapat diganti dengan potongan daging ayam. (wo/wsw)




Sabtu, 24 September 2011

What Happiness Mean~Catatan Seorang Putra

If you're a parent and you think about your children, you absolutely want them to be happy. 

We want children to be joyous, there's no question about it. Make certain that you understand what happiness means. Children seek boundaries. They don't want to just be completely uncontrolled. They don't want to just be looking for where the end is. They want you to set that for them. Children measure their self-worth as a function of how much they're focused on. They measure their self-worth as a function of how much you're willing to invest in their world. They like to be told no. They like to be protected. 

And make sure that if your children are spinning out of control and nothing you're doing seems to make a difference, get some help. Go to your pediatrician. Find out whether you're dealing with a mental illness, whether you've got some type of chemical imbalance, or maybe you just haven't paid attention. Have a plan and see things from your child's point of view. [Henny Marlina]


Lalu yang aku pikirkan saat ini adalah mungkin memang penting untuk mengajari anak untuk berpikir secara sistematis. Contohnya mengajari anak untuk menulis diary. Ya dengan menulis diary mereka akan berlatih untuk mendeskripsikan apa yang sudah mereka lalui dalam hidupnya. Bercerita secara runtun dan kronologis. Step by step. Dalam proses bercerita mereka tidak sengaja akan belajar menguraikan sebab akibat secara teratur (step by step) dan itu menurutku bagus sekali untuk mengasah cara berpikir mereka. Intinya adalah belajar untuk mendeskripsikan. Dan dimulai dari mendeskripsikan dirinya sendiri, kemudian dilanjutkan dengan mendeskripsikan entitas-entitas di sekelilingnya.

Dan ini adalah salah satu catatan seorang putra yang menurutku [murni menurut pribadi saya]  menarik+lucu untuk disimak :)

http://hanifmuhammadfadhil.blogspot.com